Kamis, 13 Maret 2014

Dilepas Liar..? Gimana cara nangkapnya ?



KM KEMPO_ sistim peternakan yang ada di sekitar wilayah hoddo dan doroncanga pada umumnya, dengan sistim cara melepasliarkan ternak. Ini sudah familiar dan biasa.di sebut lepasliar karena ternak di biarkan hidup benas tanpa ada yang mengawasi setiap saat.pemilik biasa datang mengawasi sesekali saja dalam kurun waktu satu minggu.
Pada waktu waktu tertentu ternak - ternak yang di lepas tersebut di tangkap untuk di jual atau memang penandaan fisik.ternak yang sudah sekian bulan atau tahun di lepas tentunya naluri alami yang ingin selalu terlepas bebas tanpa batas tentu saja. untuk menangkapnya menjadi sesuatu hal yang sulit bagi sebagian orang namun bagi peternak handal tidak ada sesuatu hal yang mustahil.berikut hasil penelusuran oleh KM KEMPO, selasa 25 februari 2014, di sekitar hoddo  dengan seorang peternak, Sukirman, 33 thn warga desa Dorokobo, yang sedang membuat kandang pengkapan untuk sapinya. menurutnya” peternak yang handal tentunya mengetahui segala sesuatu tentang peliharaannya. waktunya turun minum, tempat merumput, lintasan yang di lalui ketika pulang pergi untuk minum, serta kawanan yang biasanya bergerombolan. sesudah itu baru kita buat kandang”. katamya.
Setelah semua analisa rampung, maka untuk mempermudah penanangkapan maka harus membuat kandang.tempat membuat kandang penangkapan biasanya di sekitar tempat ternak ternak biasanya minum. jenis kandang yang di buat jenis jebakan.maksudnya kandang yang di buat memiliki empat bagian yaitu bagian sayap, di buat melebar pada sisi kandang. kandang penampungan untuk menampung semua ternak yang masuk ke kandang.bagian ke tiga yaitu kandang penangkapan. kandang ini berada di bagian tengah dari kandang penampungan. dan yang terakhir yaitu kandang jepit. Kandang ini berfungsi sebagai tempat eksekusi atau perlakuan.(AM)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar