KM KEMPO_Luasnya areal lahan pertanian untuk tanaman jagung yang ada di seluruh wilayah
kabupaten dompu rupanya banyak menarik minat para petani yang di luar kabupaten
dompu untuk datang dan bertani di wilayah ini .
Dengan filosofinya” tidak ada orang yang tidak makan
sayur” Mustamin,65 tahun warga desa Samili kecamatan Woha kabupaten Bima juga ikut meliriknya.kedatangan di desa
tolokalo kecamatan kempo kabupaten dompu
bukan untuk menanam jagung hibrida namun beliau tetap mengusahakan
tanaman khas di daerahnya yaitu tanaman sayur
sayuran.
Untuk kecamatan woha, tanaman sayuran seperti bayam
,tomat, mentimun ,bawang merah, cabai dan sejenisnya merupakan tanaman khas kecamatan
tersebut.dan itupun yang di usahakannya di so moti To’i desa Tolokalo kecamatan Kempo.
Kepada KM Kempo,minngu 23 februari 2014 Dae Temo,sapaan
akrab pria paruh baya tersebut meguraikan beberapa keuntungan membudidayakan
tanaman antara lain “modal yang dibutuhkan sedikit,cepat menghasilkan uang dan
tentunya tehnik pembudidayaan yang telah di kuasai secara turun temurun. Selain
itu juga salah satu hal yang perlu di perhatikan agar lebih menguntungkan adalah jeda waktu melimpahnya musim sayuran di
pasaran sebelum masuknya sayur kiriman dari pulau lombok”ungkapnya.
Untuk sebidang lahan yang luasnya lebih kurang 14 000
meter persegi, tidak kurang dari 4 juta mampu di hasilkan setiap minggunya.
Itupun belum semua lahan terisi. Pada satu bagian terlihat tengah di panen,pada
bagian lain baru di tanam dan pada sisi yang lain belum di tanami. (am).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar